Halaman Depan

Entah Apa

Website Puisi‎ > ‎

Rintihan Hati

Aku ini terluka, di tepian rumput yang menggersang,
di guguran daun membusuk
di situ kutemukan bau kegalauan hati.

Angin mengalir di pipi, menghinaku dengan tamparannya
seakan aku ini bukan seorang manusia,
ia menggoda anganku untuk kembali.

Sedangkan gemericik air, yang dulu selalu menemaniku,
sekarang bernyanyi sumbang,
seakan aku ini seorang anak yang terbuang.

Kepada siapakah aku menangis,
ketika semua orang terluka,
kepada siapakah aku meronta,
ketika semua orang binasa.

Sebab yang bersemayam ini adalah gugusan goresan
tersalib dalam paku-paku masa lalu
yang terus mengancamku.

Aku ini ada untuk siapa

Aku lebam
aku kusam
hingga kulihat Dia yang tersalib itu
meneteskan sedikit darahnya di kakiku
kuraih dengan ujung jariku dan kumasukkan ke dalam mulutku.

Ia yang bukan manusia
yang sanggup memberiku kuasa untuk membakar saja
rumput kering yang membusuk
di bawah rindangnya pohon takberdaun.

April 2010