|
Di sini orang, di sana orang kulihat dari lantai lima gedung ini, genting-genting menaungi orang batas-batasnya adalah orang. Di jalanan orang, di dalam mobil orang kulihat dari lantai tujuh gedung ini, orang berserobotan naik bus kota yang di dalam mobil berserobotan mau jalan duluan orang lain masa bodohlah. Di tempat duduk orang, di atas ojek orang, yang jajan di pinggir jalan orang kulihat dari atas bajaj ini, orang menjajakan semuanya di jalan raya ada yang menawarkan rokok, teh, kopi, coca-cola, ada pula buku, majalah, suara fals, bahkan dirinya, semuanya orang. Orang penuh orang. Ada orang memaki orang, ada yang cari duit dari orang. Ada yang menghitung orang tujuh juta ada yang empat belas juta. Ada pula ramai membahas apa kata orang di koran di majalah di internet di gosip di tutur palsu orang membahas orang orang dibahas orang seakan dirinya bukan orang. Lalu aku berhenti di taman Ismail Marzuki, menonton sebuah pertunjukan yang pemainnya mengaku bukan orang, lalu aku bertanya kepada diriku sendiri, di manakah manusianya? |