Halaman Depan

Website Puisi‎ > ‎Puisi Pembangunan‎ > ‎

Papajakjak

Papa, ada tukang pajak
Minta pajak dihitung dibayar
Supaya jalan tak macet, toilet umum tak bau,
Nunggu bis tak sepanas itu.

Jak jak ada tukang pajak
Waktunya bayar di kantor pajak

Papa, ada tukang pajak
Bukan, Nak, ini makanan cepat saji
Mengapa bayar pajak lagi
Papa juga tak mengerti

Jak jak, eh bukan tukang pajak
Memang bukan, Nak, ini cuma pewasat terbang
Mengapa papa membayar pajak lagi, padahal aku ingin mainan barbie
Tak apa nak demi cepat sampai rumah lagi

Papa, mengapa beli barbie tapi bayar pajak lagi
Tak apa, Nak, papa juga tak mengerti

Papa, mengapa papa tak mengerti tapi bayar pajak lagi
Tak apa, Nak, papa tak mengerti kenapa papa tak mengerti

O, begitu ya?
Betul, Nak. Ada yang harus dibayar
Supaya jalan tak macet, toilet tak bau,
Nunggu bis tak sepanas ini.

Papa, mana bisnya, Adik kepanasan
Tunggu ya nak, papa ke toilet dulu.
Papa, mengapa toiletnya bau?
Tunggu ya nak, mungkin karena kita tak bayar pajak dulu.

Papa, jak jak
Naik bis kota bunyinya jak jak.
Mengapa bisnya tak kunjung jalan?
Sabar ya, Nak, karena jalan penuh sekali.

Papa, ayo kita jalan kaki
Supaya papa tak bayar lagi.

Oktober 2008