|
Ibu, Sejak di kandunganmu Kau bawaku ke mana pergimu Itulah mengapa surgaku di telapak kakimu Hidup ini bagimu sederhana saja Demi aku lahir ke dunia Ayah, Sejak kecilku Kau kerja dengan kuat lenganmu Itulah mengapa surgaku di telapak tanganmu Hidup ini bagimu sederhana saja Demi aku hidup di dunia Sejak kutatap dunia Kulihat kalian berdua Tersenyum dan tertawa Meski kencingku di mana-mana Lalu orang-orang tak kukenal Tertawa, tersenyum, dan bertingkah lucu Melihatku, memeras pipiku, menciumi wajahku Hidup ini bagiku sederhana saja Tertawa untuk mereka Ibu, Sejak kau katakan berjalanlah Aku melangkah tanpa ragu Sebabnya sederhana saja: engkau berkata begitu Ayah, Sejak kau katakan beranilah Aku berani berkelahi Sebabnya sederhana saja: ada engkau di sisi Hidup ini untuk siapa Engkau bilang sederhana saja Untuk aku yang kau cinta Aku menangis di usia muda Pacar pergi tinggalkan luka Engkau bilang sederhana saja Cari saja yang lainnya Aku beranjak dewasa Khawatirku meraja Uang banyak aku tak punya Engkau bilang sederhana saja Pulang saja ke desa Makan nasi sayur apa adanya Aku menjadi semakin tua Khawatirku makin menjadi Jabatan tinggi tak terbeli Engkau bilang sederhana saja Jadi saja gembala sapi Bermain seruling di tepi kali Menikmati senja dan fajar hari Kelak aku akan menjadi renta Khawatirku akan semua Bagaimana anakku bisa membaca Bagaimana bila anakku bercinta Engkau bilang sederhana saja Tersenyum dan berdoa Sebab toh kamu tak mampu berbuat apa Sebab Takut itu berarti kamu tak punya cinta Sebab Jika kamu cinta takut akan sirna Itulah mengapa orang rela Mematikan dirinya demi cinta Sebab Hidup ini sederhana saja Untuk yang aku cinta. |