|
Papa pulang membawa marah Mama pulang membawa membawa diam Upik diam membawa buku pelajaran Buyung menggeleng tertawa, di telinga ada nyanyi suka-suka Telepon bernyanyi, pembantu berlari Nyonya, ada telepon dari bapak guru, si Upik mendapat nilai satu Telepon bernyanyi lagi, pembantu berlari lagi Tuan, ada telepon dari ibu guru, si Buyung berkelahi Papa mama, tuan dan nyonya memaki-maki Untuk apa bekerja kalau hasilnya begini Dasar anak tak tahu diri Esok pagi Buyung berkelahi lagi Upik dapat nilai satu lagi Papa pulang membawa diam Mama pulang membawa marah Upik menggeleng tertawa, di telinga ada nyanyi suka-suka Buyung diam membawa buku pelajaran Pak guru meminta papa mama menghadap pak kepala Sopir tiba-tiba menjadi wali Mengaku-aku menjadi famili Soalnya setiap bulan sudah digaji Papa pulang membawa diam Mama pulang membawa diam Upik diam, Buyung pun diam Televisi tak tahu diri berbunyi Komputer memainkan em pe tri Sampai besok pagi, Seperti berita di televisi, Papa mama jadi selebriti, Tak mampu bersama lagi, Karena cinta tak ada lagi. Esok pagi Buyung berkelahi lagi Upik dapat nilai satu lagi Siapa yang peduli? (Jakarta, November 2008) |